Wisata

Barisan Batu-Batu Runcing di Madagaskar Jadi Spot Seru & Menantang Nyali, Berani Coba?

DESTINASI wisata yang tidak normal dan tidak wajar kini tengah diincar oleh para wisatawan. Kejutan-kejutan alam hingga medan yang menantang nyali bisa memberikan pengalaman berlibur yang tidak biasa dan lebih berkesan.

Namun, perlu diingat juga destinasi wisata yang menantang ini dapat membahayakan keselamatan dan nyawa wisatawan, untuk itu ketika berada di kawasan destinasi tersebut ada baiknya agar lebih menjaga diri dan lebih berhati-hati lagi.

(Baca Juga: Buruan Menginap di Hotel Es Swedia Sebelum Mencair Lho!)

(foto: Dave Stamboulis)

Di Madagaskar, ada sebuah situs warisan yang jadi destinasi wisata tapi sulit sekali untuk dijangkau. Pasalnya, Taman Nasional Tsingy de Bemaraha berupa susunan batuan yang tajam, terjal dan curam.

Batu-batu raksasa itu berwarna abu-abu dengan ujung-ujung yang terlihat lancip dan tajam, namun sangat eksotis dan mengundang decak kagum. Puncak-puncak batuan bergerigi akan mengelilingi wisatawan, adapun pemberian nama Tsingy tersebut berdasar pada penduduk setempat yang melihat tempat tersebut tidak dapat digunakan untuk berjalan, dan hanya menjadi hutan batuan yang runcing.

(Baca Juga: 4 Kolam Rahasia, Ada yang Berusia 12 Ribu Tahun Lho!)

(foto: Dave Stamboulis)

Susunan batuan karst tersebut tidak hanya tajam, tapi membuat para wisatawan yang berjiwa petualang berpikir keras untuk hanya sekadar memanjat formasi batuan runcing yang mengerikan itu. Benar-benar tidak mudah memanjat salah satu warisan dunia UNESCO tersebut, bahkan Tsingy de Bemaraha ini menjadi yang paling sulit dijangkau di dunia.

Taman Nasional Tsingy de Bemaraha memiliki luas 1500 kilometer persegi dan memiliki sebuah jembatan gantung untuk menuju ke taman yang dipenuhi oleh batuan tajam tersebut.

(Baca Juga: Mau Berenang Bareng Ubur-Ubur, Yuk ke Pulau Palau!)

(foto: Dave Stamboulis)

Puncak-puncak bergeriginya sebagian besar tidak dapat diakses hingga 1990an, ketika penjelajah dan ilmuwan Prancis, Jean Claude Dobrilla mendirikan Asosiasi Antsika, yang dirancang untuk membantu Malagasi melestarikan dan mendapatkan keuntungan dari sumber daya alam mereka, dikutip dari BBC, Rabu (9/8/2017).

Kemudian, dengan bantuan dari penduduk setempat, anggota asosiasi tersebut membuat sebuah jembatan, menyediakan kabel baja, dan tangga yang lengkap hingga batuan-batuan tajam tersebut dapat dilalui dengan aman menggunakan alat pemanjat.

(foto: Dave Stamboulis)

Mereka juga menyiapkan pemandu lokal yang terlatih dalam memanjat, perawat yang bertugas merawat peralatan dan mampu memberikan pengetahuan keselamatan selama memanjat barisan batu-batu runcing.

(Baca Juga: Florida Enggak Melulu Pantai, tapi Juga Bisa Berenang Bareng Lembu Laut)

Selama 9 tahun setelah pendiri Asosiasi Antsika, Tsingy de Bemaraha telah menjelma jadi salah satu spot dan destinasi wisata yang paling seru serta menyenangkan yang bisa dikunjungi.

Klik untuk Berkomentar

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ke Atas